Pusar Bodong Perlu Dioperasi?

Para orang tua sering mengkhawatirkan kondisi pusar anaknya yang besar karena pusar yang besar atau bodong dianggap tidak menarik. Untuk mengatasinya, perlukah operasi?

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo, Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (8/9/2015) menjelaskan pada pusar bodong, umumnya diameternya kurang dari 4 cm. Pada kondisi tertentu, pusar yang bodong itu terlihat lebih besar.

"Sebetulnya bukan membesar sih, hanya karena ada peningkatan tekanan dari perut bayi (karena menangis atau saat buang air besar) jadi terlihat lebih menonjol dan membesar," kata dr Meta.

Menurut dr Meta, anak yang mengalami obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko anak terkena hernia umbilikalis alias pusar bodong. Alasannya, anak yang obesitas secara otomatis mempunyai tekanan internal yang besar. Nah, tekanan internal ini akan mudah sekali mendorong jaringan lemak dan organ internal lain ke dalam hernia.

Jika bayi Anda mengalami pusar bodong, cobalah tunggu sampai usianya satu tahun. Biasanya pusar yang bodong akan kempes dan rata. Operasi bisa menjadi pilihan jika pusar pada anak justru makin bertambah besar setelah berusia 1-2 tahun.

Apalagi jika kondisi seperti itu dibarengi dengan ketidakaktifan anak, ada baiknya diperiksa hormon tiroidnya. Karena beberapa tanda hipotiroid adalah hernia umbikalis dan anak yang kurang aktif.

"Jika masih tetap bodong sampai anak usia 4 tahun, mungkin saja perlu dilakukan operasi," lanjut dr Meta. Apabila hernia terjepit dan jika hernia menghalangi usus sehingga menyebabkan anak merasa nyeri, ada baiknya operasi juga dilakukan.

Komentar